Foto: Mantan Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan (dok:monitorcomindonesia.wordpress.com)

jurnalrealitas.com, Jakarta – Sejak ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejari Jaksel dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (ALKES) di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan periode tahun anggaran 2011, mantan Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan Hakim Maulana Siregar belakangan sulit ditemui dan cenderung menghindar dari kejaran wartawan.

Hakim Maulana Siregar yang kini bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih, Pasar Rebo Jakarta Selatan merasa enggan ditemui wartawan dengan alasan tak berkenan.

“Pak Hakimnya tidak mau ditemui, apalagi terkait dengan kasus pengadaan Alat Kesehatan di suku dinas kesehatan Jakarta Selatan yang melibatkan dirinya. Lagian juga dia udah malas ngadapin wartawan yang  setiap hari mencari dirinya.”  ucap Humas RS Budhi Asih kepada Wartawan baru-baru ini.  

Humas RS Budhi Asih mengungkapkan, bahwa Hakim Maulana merasa jengkel kepada para wartawan yang selalu saja mencari dirinya terkait dengan kasus tersebut. “Udah banyak mas yang nanyain kasus tersebut, tapi beliau (Hakim maulana:red) tidak mau meladeninya,” tambah Humas RS Budhi Asih.

Selain Hakim Maulana Siregar yang sulit ditemui, rupanya Kasudin yang saat ini menjabat di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan juga tertular virus yang sama yakni sulit ditemui dengan alasan banyak dinas dan rapat diluar kantor.

Entah apa penyebabnya, kedua mantan dan pejabat ini sepertinya`seiya sekata, seperti sudah membuat janji dan komitmen untuk tidak membahas dan meladeni kehadiran wartawan apalagi yang berkaitan dengan kasus pengadaan Alkes yang belakangan kian santer diperbincangkan.

 

<RS>