BEKASI – Di tengah aktivitas dakwah dan pengabdian kepada masyarakat, sosok Ludzfi Aziz, 37 tahun, menjadi salah satu penerima Rumah Syukur TSP 98 di Bekasi. Ia tinggal bersama istri dan seorang anaknya di Perum Papanmas Blok F37 No. 19, RT 10/06, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Ludzfi merupakan lulusan Pesantren majmaal Bahrain Shiddiqiyyah Ploso Jombang Ikhwan 6. Sejak menempuh pendidikan di pesantren, ia telah terbiasa dengan kegiatan keagamaan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap tanah air. Nilai-nilai tersebut kemudian diwujudkannya melalui aktivitas sosial dan pengabdian di tengah masyarakat.
Sejak 2014, Ludzfi aktif dalam organisasi Opshid Bekasi. Meskipun sempat bekerja di Sidoarjo selama beberapa waktu, kecintaannya terhadap perjuangan di Bekasi membuatnya kembali dan melanjutkan aktivitasnya bersama Opshid pada 2022.
Dalam menjalankan pengabdiannya, Ludzfi dikenal sebagai sosok yang gigih dan konsisten. Di tengah kesibukannya berjuang dalam kegiatan organisasi, ia juga memenuhi kebutuhan keluarganya dengan berjualan makanan serta produk ST dan Maqoo.
Perjalanan pengabdiannya kemudian berkembang ketika Opshid bekerja sama dengan YPS untuk kembali menghidupkan kegiatan BTQ (Bustan Tsamrotun Qolbin Salim) di wilayah Bekasi. Sejak 2022 hingga 2026, kegiatan tersebut terus berkembang dan telah terbentuk lima BTQ, yakni BTQ Sukatani, BTQ Cikarang Selatan, BTQ Baitulgufron Tambun, BTQ Jatiasih Jaktim, dan BTQ Kampung Cisaat Setu.
Dari lima lokasi tersebut, tercatat sekitar 100 anak yang mengikuti kegiatan BTQ. Menariknya, dalam menjalankan pengabdian tersebut, Ludzfi tidak mengharapkan imbalan materi. Ia menjalankan perjuangannya dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
Atas perjalanan pengabdian tersebut, Ludzfi dinilai layak mendapatkan Rumah Syukur TSP 98. Dalam Rangka Mensyukuri Nikmat Hari sumpah pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan indonesia raya 28 Oktober . Rumah yang selama ini ditempati bersama keluarganya dinilai masih jauh dari kondisi yang layak. Di sisi lain, perjuangannya dalam mengembangkan kegiatan Shiddiqiyyah, khususnya BTQ di wilayah Bekasi, telah memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat di sekitarnya.
Ketua Panitia Rumah Syukur TSP 98 di Bekasi, Kumala Chandra Yuga S., S.T., M.T., yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Opshid Bekasi, menyampaikan bahwa pemberian rumah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan pengabdian Ludzfi.
“Rumah Syukur ini diharapkan bukan hanya menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi beliau dan keluarganya, tetapi juga menjadi bagian dari rasa syukur atas perjuangan yang selama ini dilakukan dengan ikhlas,” ujarnya.
Kisah Ludzfi menjadi gambaran bahwa pengabdian tidak selalu dilakukan dengan sesuatu yang besar dan terlihat. Dengan ketekunan, keikhlasan, dan kesediaan untuk terus bergerak, perjuangan sederhana dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
Dari satu langkah pengabdian, tumbuh lima tempat belajar. Dari sana, sekitar seratus anak mendapatkan ruang untuk belajar Al-Qur’an dan membangun karakter. Dan dari perjuangan yang dilakukan tanpa mengharap imbalan, hadir sebuah rumah sebagai wujud syukur dan penghargaan atas pengabdian tersebut. Lillahi Ta’ala. (KC/MG)



Comment