Home » Berita » Lakukan Gladi Bersih, DPP GMPD Siap Untuk Dikukuhkan, dan Sukseskan Seminar Kebangsaan

Lakukan Gladi Bersih, DPP GMPD Siap Untuk Dikukuhkan, dan Sukseskan Seminar Kebangsaan

Oplus_16908288

JAKARTA – Dalam rangka memperkuat pemahaman dan partisipasi pemuda dalam pembangunan desa, perlindungan hak ulayat masyarakat adat, keadilan agraria, serta penguatan ketahanan nasional, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Pemerhati Desa (DPP GMPD) menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertajuk “Desa, Tanah Ulayat dan Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan ini didahului dengan pengukuhan Pengurus DPP GMPD oleh Wamendes PDT RI Ir. Ahmad Riza Patria, MBA yang juga Ketua Dewan Pembina DPP GMPD pada Sabtu (10-10-2026) bertempat di Operational Room Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Jakarta.

Ketua Umum DPP GMPD Wahyu Irawan, S.Pd.I, MM saat dimintai oleh awak media pada Jumat (09-10-2026) disela-sela pelaksanaan Gladi Bersih menjelaskan terkait kegiatan tersebut

“Seminar kebangsaan menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, praktisi hukum, serta kalangan pemuda untuk membahas berbagai tantangan dan peluang pembangunan desa di Indonesia,” ungkap Wahyu Alumni PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI ini

Pembahasan akan berfokus pada pentingnya pembangunan desa yang berkelanjutan, pengakuan dan perlindungan hak ulayat masyarakat adat, penyelesaian persoalan agraria secara berkeadilan, serta keterkaitan seluruh aspek tersebut dengan ketahanan nasional dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Mengapa Saya Tidak Sekadar Berani Maju: Perempuan Cerdas Harus Berani Menghitung

Hadirkan Tokoh Pemerintahan, Akademisi, dan Praktisi Hukum

Seminar kebangsaan ini menghadirkan Ir. H. A. Riza Patria, M.B.A., Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, sebagai pembicara utama.

Sementara itu, sejumlah narasumber yang akan berbagi pandangan dan pemikiran dalam seminar tersebut, yaitu:

  • Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si., Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI.
  • Dr. Drs. Safrizal, Z.A., M.Si., Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI.
  • Dr. Wahyu Sandhya Y.P., S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Jayabaya sekaligus Managing Partner Jakarta Law Office.

Adapun seminar akan dipandu oleh Syurya Muhammad Nur, S.Pd., M.Si., Dosen Universitas Esa Unggul, sebagai moderator.

“Kehadiran para pembicara dari unsur pemerintahan, akademisi, dan praktisi hukum diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam memahami persoalan desa, tanah ulayat, dan keadilan agraria secara komprehensif, baik dari aspek kebijakan publik, sosial, pemerintahan, maupun hukum,” tambahnya

Bangun Sinergitas, Ketum FORSIMEMA Lakukan Kunjungan Kerja ke Pengadilan Negeri Makassar Kelas I A Khusus

Pemuda Harus Ambil Peran dalam Membangun Desa

Ketua Umum DPP Gerakan Muda Pemerhati Desa (GMPD) ini menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan desa, memperjuangkan keadilan agraria, serta menjaga hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan ketahanan nasional.

Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, perlindungan hak masyarakat adat, serta kepastian dan keadilan dalam pengelolaan tanah.

Pemuda harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan literasi kebangsaan, partisipasi aktif dalam pembangunan, pengawasan sosial yang konstruktif, serta keberanian menyampaikan gagasan dan aspirasi masyarakat.

“Mari bersama-sama memperkuat peran pemuda dalam membangun desa, menjaga hak masyarakat adat, memperkuat keadilan agraria, dan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pemuda harus hadir bukan sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai penggerak perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Wahyu Irawan didampingi jajaran

Hak Konstitusional Masyarakat Adat dan PSN Merauke: Antara Hak Ulayat, Ketahanan Pangan, Keadilan Agraria, dan Jalan Tengah Pembangunan

Ia berharap, melalui seminar kebangsaan ini, para pemuda semakin memahami bahwa desa memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional. Desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan fondasi kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan ketahanan bangsa. Desa Maju, Hak Masyarakat Adat Terlindungi, Indonesia Semakin Kuat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Agus Fitri menambahkan Proses Persiapan Alhamdulillah sudah 99%

“Alhamdulillah, untuk peserta seminar yang terdata di meja panitia sudah 150 orang lebih, yang terdiri dari berbagai utusan, baik itu adik adik Mahasiswa, BEM, OKP, Ormas, KNPI, Perkumpulan Pengajian, Komunitas Bela Diri, serta juga dari Konas Menwa Indonesia dan DPP IARMI,” jelasnya

“Persiapan Pengukuhan kami juga sudah tertata, rekan rekan yang mendapatkan amanah untuk menjadi Pengurus DPP GMPD kedepan, juga menyatakan siap untuk dilantik,” ulas Agus didampingi Sekretaris Panitia Ahmad Yani. (Humas GMPD)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement