Resmikan Panic Button, Kapoldasu Apreasi Gagasan Polres Siantar

Jurnal Realitas, Pematang Siantar  – Selasa, 9/2 sore hari, Kapoldasu Irjen Ngadino meresmikan tombol Public Panic Button (Tombol Darurat Umum) di depan Toko Roti Ganda Jl. Sutomo Kel. Proklamasi Kec. Siantar Barat.

Pada kesempatan itu, Kapoldasu menyatakan niatnya untuk menjadikan Public Panic Button yang digagas Kapolres Siantar AKBP Dodi Darjanto ini sebagai pilot project atau pioneer  untuk nantinya akan diterapkan di seluruh  Polres di wilayah kerja Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

“Ini merupakan pilot project untuk kepolisian di Sumatera Utara. Ini patut dipertahankan dan dikembangkan untuk menciptakan dan memberi kenyamanan. Untuk Sumatera Utara, ini yang pertama, mungkin akan dikembangkan lagi di Polres-Polres lain,”ujarnya ketika memberikan sambutan sebelum peresmian Public Panic Button tersebut.

Dalam peresmian tombol tersebut, turut hadir Danrem 022  PT Kolonel Inf Toto Nurwanto, Dandenpom I Pematangsiantar Mayor CPM Sutrisno, Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf Onif Kristiono, , Danrindam I BB Kolonel Inf Gabriel Lema diwakili Wadanrindam Letkol Inf FP Tarigan.

Kapolres Siantar AKBP Dodi Darjanto, dalam kesempatan tersebut mengatakan, ide ini dituangkan demi memberikan rasa aman bagi warga Siantar. Tingkat kejahatan yang cukup tinggi tak sebanding dengan jumlah personil polisi di Siantar.

Untuk itulah dia menyarankankan dengan adanya tombol ini masyarakat dihimbau agar bisa menjadi seorang polisi demi menjaga keamanan diri sendiri maupun masyarakat lain sekaligus membantu tugas kepolisian.

Dengan menekan tombol yang telah disediakan, Dodi katakan secara otomatis akan tersambung ke Polresta Siantar dan selanjutnya sejumlah petugas akan turun ke lokasi sumber tombol berbunyi.

Ide dan teroboson kreatif Kapolres Siantar dalam mengurangi tindak kejahatan ini, tegas Kapoldasu, perlu diapresiasi.  Sebab, dengan hanya menekan tombol yang ada di Public Panic Button itu, aparat kepolisian bisa segera mengetahui adanya kejahatan di suatu daerah.

“Ini perlu dipertahankan, dikembangkan, untuk menciptakan kenyamanan,”ucapnya.

Menurutnya, public panic button ini perlu sosialisasi lebih lanjut hingga masyarakat memahami cara kerja peralatan itu. Selain itu, kerjasama dari warga juga sangat diharapkan. “Sebab, tanpa kerjasama dari masyarakat, program ini tak akan berjalan,”ucapnya.

Tetapi, kata Kapolres,  kurangnya jumlah personil tidak menjadi alasan bagi warga Siantar untuk menjadi korban kejahatan. Sebab itu, kearifan lokal, yakni budaya gotong royong warga dalam menjaga keamanan perlu dihidupkan. “Apabila para pedagang mendengar sirene, mari bersama-sama bergotong royong membantu masyarakat yang sedang menjadi korban ancaman sebelum polisi datang,”ajaknya.

Dijelaskannya, sejauh ini ada 5 Public Panic Button yang telah didirikan di lima titik rawan kejahatan, dan salah satunya di depan toko Roti Ganda, Jalan Sutomo.

Bila mengetahui adanya tindak kejahatan di sekitar mereka, warga diharapkan untuk menekan tombol yang ada di public panic button, dan sirene serta lampu rotator akan menyala.

Begitu tombol ditekan, maka secara otomatis akan tersambung ke Polres Siantar, dan petugas kepolisian akan segera turun ke lokasi untuk melihat dan memantau sekaligus melakukan tindakan pengamanan selanjutnya.

Sementara tokoh masyarakat setempat Lie Pin menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Kapolres Siantar dan jajarannya yang telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka dengan pembuatan public panic button di daerah tesebut.

“Dengan adanya Public Panic Button ini, memberikan rasa aman, dan  kenyamanan bagi warga kota Siantar.  Ini merupakam kado Imlek bagi kami, ”ucapnya.

Dia juga menyatakan harapannya agar warga Siantar semakin meningkatkan solidaritas dengan bekerjasama melawan kejahatan (Baringin P.S /Tim)

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.