Jurnal Realitas.com, Pematangsiantar | Terkait dengan adanya issu kecurigaan dari sejumlah orang tua siswa / murid, yang mempertanyakan perihal pengelolaan dan penggunaan dana kolekte yang setiap minggu dikumpulkan dari acara ibadah siswa Kristen di SMP Negeri 3 Pematangsiantar yang berlokasi di Jalan Laguboti, kini pertanyaan tersebut terjawab sudah.

Terjawabnya pertanyaan sejumlah orang tua siswa yang identitasnya tidak ingin disebutkan tersebut ketika wartawan media ini mengkonfirmasi langsung kepada kepala sekolah SMP Negeri 3 Pematangsiantar.

Luhut Simangunsong, S.Pd, ketika ditemui langsung di ruangannya, menjelaskan bahwa dana kolekte yang dikumpulkan selama ini tidak pernah dipergunakan kemana-mana. Tetapi dana tersebut kami peruntukkan untuk kegiatan penyelanggaraan biaya Natal sekolah, acara hari Guru, dan kegiatan-kegiatan lainnya di sekolah.

“Ketika Natal, sekolah kita merayakannya tanpa mengutip dan memungut biaya apapun lagi dari para siswa. Dana itu kita pergunakan untuk dekorasi, mengundang Pendeta untuk berkhotbah, dan biasanya kita makan bersama antara siswa dan guru. Kemudian ketika perayaan Hari Guru, para siswa tidak lagi dikutip biaya apapun untuk pembelian dan pemberian cindera mata sebagai ucapan terima kasih siswa kepada guru-guru yang telah mendidik mereka. Ditambahkannya juga  para siswa sudah tidak lagi dipungut baiya untuk iuran OSIS”, terang Luhut.

Awal timbulnya kecurigaan orang tua siswa tersebut, karena selama ini mereka tidak pernah mendapat penjelasan secara resmi dari pihak sekolah kemana saja dana tersebut dipergunakan.  Ditambah lagi mereka pernah melihat dan mendapati adanya teman dari anak-anak mereka yang tergolong miskin yang menggunakan perlengkapan sekolah semisal sepatu yang sudah tidak layak pakai.

“Kenapa sih dana kolekte itu tidak dipergunakan saja untuk lebih membantu  siswa miskin tersebut? Begitu disampaikan oleh para orang tua murid kepada wartawan. Ketika hal itu dipertanyakan, Luhut mengatakan silahkan anaknya dibawa menghadap saya. Saya akan dengan senang hati membantu dan membelikan sepatu anak tersebut dengan uang saya pribadi. Gak usah pakai uang kolekte seperti yang mereka curigai dikumpulkan untuk saya makan” katanya. Penjelasan yang singkat tapi mengena.

Ketika disinggung terkait dana BSM (Bantuan Siswa Miskin) dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), lebih jauh Luhut menjelaskan dana-dana tersebut telah disalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Kami tidak pernah menyalahgunakan dana-dana tersebut. Semua telah kami sampaikan / salurkan kepada siswa yang tepat dan kami melakukannya secara transparan.

Foto: salah satu sudut sekolah SMP Negeri 3 Pematangsiantar
Foto: salah satu sudut sekolah SMP Negeri 3 Pematangsiantar

Ketika diamati lebih jauh, tampak sekolah SMP Negeri 3 memiliki taman yang indah. Ruangan yang bersih dan siswa-siswa yang energik. (M. Baringin P.S)