Home » Berita » Usai Sertijab, Menko Polkam Dudung Abdurachman Langsung Fokus pada Isu Strategis bidang Politik dan Keamanan

Usai Sertijab, Menko Polkam Dudung Abdurachman Langsung Fokus pada Isu Strategis bidang Politik dan Keamanan

Oplus_16908288

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan akan langsung fokus menjalankan tugas setelah melaksanakan serah terima jabatan dari Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Sejumlah isu strategis menjadi perhatian utama, di antaranya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional, serta penanganan situasi keamanan di Papua.

“Sebagai pejabat baru Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, tentunya banyak tugas yang akan lebih menantang ke depan. Saya sudah mendapat arahan dari Presiden agar situasi ke depan semakin kondusif, baik situasi politik maupun keamanan,” ujar Menko Polkam Dudung usai melaksanakan serah terima jabatan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dalam waktu dekat, penanganan karhutla menjadi salah satu agenda yang akan segera ditindaklanjuti. Menko Polkam Dudung akan menggelar rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan upaya penanggulangan berjalan secara optimal.

“Pak Djamari, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, tadi menyampaikan kepada saya bahwa yang menjadi prioritas dalam waktu dekat adalah karhutla. Karena itu, dalam waktu dekat saya akan melaksanakan rakor dengan kementerian terkait dan sesegera mungkin meninjau ke lokasi,” katanya.

Selain karhutla, Menko Polkam juga memberikan perhatian terhadap dinamika politik nasional. Menurutnya, setiap perkembangan politik perlu disikapi dengan tetap mengedepankan supremasi hukum serta menjaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa. Keputusan lembaga negara, termasuk Mahkamah Konstitusi (MK), harus dihormati sebagai bagian dari proses hukum yang berlaku. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah membangun persepsi berdasarkan informasi-informasi yang tidak berdasar, khususnya di media sosial, yang dapat memperkeruh situasi.

WALHI Ungkap 52 Korporasi Afiliasi Malaysia dan Singapura Terindikasi Kuat Terlibat Karhutla 2026

“Kita tetap jaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan sehingga situasi politik tidak kemudian semakin runyam. Kita yakini bahwa siapa pun yang melaksanakan tugas, baik di MK maupun di mana pun yang terkait, supremasi hukum harus ditegakkan. Presiden pun menyampaikan bahwa situasi politik ini harus betul-betul bisa terkendali dan nanti akan dikoordinasikan dengan semua kementerian terkait, baik Kepolisian, Kejaksaan, termasuk nanti kepada para ketua partai politik saya akan sowan atau berkunjung, bahwa situasi ini harus betul-betul bisa dikendalikan,” kata Menko Polkam Dudung.

Sementara itu, terkait situasi keamanan di Papua, pemerintah akan mengedepankan pendekatan yang lebih persuasif dengan menempatkan upaya merebut hati rakyat, pendekatan kultural, dan pembinaan teritorial sebagai bagian penting dalam penanganan situasi di wilayah tersebut.

Menko Polkam Dudung mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden dan Panglima TNI agar operasi teritorial lebih dikedepankan. Menurutnya, tindakan dengan kekerasan hanya dilakukan secara terbatas terhadap sasaran-sasaran tertentu, sementara pendekatan kepada masyarakat menjadi prioritas.

“Pendekatan kepada hati, merebut hati rakyat, kemudian operasi teritorial juga lebih dikedepankan. Tidak melaksanakan operasi-operasi dengan kekerasan, itu hanya sasaran-sasaran tertentu saja. Tetapi pendekatan-pendekatan kultural, pendekatan merebut hati rakyat, pembinaan teritorial ini yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Menko Polkam menegaskan seluruh agenda tersebut akan dijalankan melalui koordinasi dan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas politik dan keamanan nasional sekaligus memastikan berbagai persoalan strategis yang menjadi perhatian pemerintah dapat ditangani secara terukur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dorong UMKM Naik Kelas, Pedagang Pintar Unjuk Gigi di RAPIMNAS PII dan HARLAH PII WATI

Sementara itu, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago selaku Menko Polkam periode 2025–2026 menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Menko Polkam Dudung Abdurachman. Djamari juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pejabat dan pegawai Kemenko Polkam yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama menjabat sebagai Menko Polkam.

“Selamat melaksanakan tugas. Saya hanya bisa menyampaikan doa, semoga tugas Menko Polkam yang cukup besar, luas, dan berat bisa Pak Dudung selesaikan, dan saya yakin Bapak bisa,” kata Djamari Chaniago.

Acara serah terima jabatan dan lepas sambut Menko Polkam tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI Mochammad Hasan, serta para pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenko Polkam. (red/MG)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement